Beranda > Puisi > Lamunan Tengah Malam

Lamunan Tengah Malam


Lamunan Tengah Malam
Biarkan Aku sendiri
Petapa mencintai kesunyian
Biarkan angin dingin bertiup di tempat terbuka ini
Biarkan ia menyapa pori-poriku dan
sampaikan kabar cinta dari seberang ini.

Lagu-lagu indah mengalun dari tiap sudut ruangan
mengingatkanku pada
keindahan dan sapaan darimu,
senyummu, peluh-peluh cinta,
hmmmmmmmm,
detak keindahan

hei ..!!Seekor tikus melintas, takut-takut melihatiku
taken easy sobat, Aku tak akan membunuhmu
bukankah kita sesama makhluk Tuhan?
sesama proletar malah.

Dini hari kembali menyapaku
untuk kesekian kali
Menyapa jiwa
ketika semua mata terpejam

ruh-ruh sejenak mati
mimpi, khayalan yang tak terwujudkan, mengunjungi
(biarlah walau hanya mimpi, rahmat Tuhan juga bersamanya)
Bulan tetap indah, walau tak lagi bulat
sambil merindu aku merindu dalam cahayanya.

kau, kekasih jiwaku.
Sudahkah juga kau terlelap?
Ataukah kita sedang menatapi rembulan yang sama
dan memeluk angin dingin yang sama
dan menatapi keheningan yang mendekap jiwa?

Medan, Oktober 2012

  1. 24 Juni 2013 pukul 4:23 AM

    Greetings! I know this is kinda off topic but I’d figured I’d ask.
    Would you be interested in trading links or maybe guest authoring
    a blog article or vice-versa? My site goes over a lot of the same topics as yours and I believe we could greatly benefit from
    each other. If you might be interested feel
    free to shoot me an e-mail. I look forward to hearing from
    you! Wonderful blog by the way!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: