Beranda > Cerita Kita > Saksi Bisu di Tengah Taman

Saksi Bisu di Tengah Taman


Kota Medan bukan saja terkenal karena arogan lalulintasnya, tetapi terkenal juga dengan keindahan dan keasrianya. Salah satunya adalah berdirinya taman-taman kecil yang tersebar di pusat kota ini, taman itu bukan saja sebagai tempat penghilang penat semata saat kita menginginkan penyegaran, tetapi terkadang taman itu menjadi kenangan bagi segelintir orang yang menginjakkan kaki disana, bukan hanya saja taman-tamnya  tetapi juga segala yang ada di taman tersebut menjadi saksi-saksi atas apa yang terjadi ditempat tersebut. nah..!! teman-teman, seperti tulisan saya dibawah ini “SAKSI BISU DI TENGAH TAMAN” menceritakan sebuah kisah yang terpupus oleh waktu, terkadang mati dan lenyap dan terkadang bertumbuh subur dan berkembang..!! bagaimana isi ceritanya…!! ayooo dibaca dulu ya sob..!! semoga menghibur teman-teman semua.

Saksi Bisu di Tengah Taman

JIKA ada seseorang dimana aku bisa terima kekurangan ataupun kelebihannya, mungkin aku akan melebihi tentang apa yang kulakukan dan kupikirkan setelah ini, tak dapat aku bayangan apa yang terjadi setelah itu, pikiran tak bisa mengambarkanya dengan amat sagat jelas.  Sebagamanapun aku berusaha tetap saja aku tak bisa menggambarkanya bagaimana dan seperti apa.

Seharusnya…!!!
seiring dengan berjalannya waktu rasa itu telah mati terlindas perjalanan waktu. Entah itu terbawa angin, tersapu tawa, atau mungkin saja terinjak oleh duka yang mendalam karena peristiwa kemarin, Ternyata aku berangapan salah tentang semua itu. Rasa itu tetap saja ada dan tinggal dengan nyaman, subur berkembang di dalam hati, walau terkadang tersasa tertimbun tetapi mungkin saja jadi penimbun rindu yang sesaat saja bisa tumbuh dan timbul kepermukaan, bahkan perasaan ini seperti dikelilingi oleh semua itu.

Perlu engkau ketahui wahai bungga yang dipetik orang lain,  dahulu engkau penyejuk yang sekarang menjadi pembelit senja, semenjak itu rembulan adalah sahabatku, bulan dan bintang adalah teman sejatiku dan mereka terasa dekat kepadaku. setelah sekian lama, tidak seperti biasanya aku mampu tersenyum lebar kembali, setelah aku melihat engkau tersenyum bahagia disana. Walapun pertama-tama teramat sulit, tetapi itu hanya sesaat saja dan  sesaat  juga karena itu  senyum itu terlempar kembali.

Masih adakah aku dihatimu? ataukah engkau memikirkanku? mungkin aku salah bertannya demikian, tetapi ini kuungkapkan karena apa yang kurasakan seperti hati yang bisa menyimpan banyak rahasia hasrat berbagai rasa demikian juga bibir selalu ingin bertanya.

kermarin..!!!
Ditaman itu aku masih berdiri, memandangi setiap jengkal sudutnya. Aku mempunyai kenangan yang sangat indah ditempat ini dan tulisan yang terukir diantara kulit-kulit pohon jati ditegah taman itu masih terlihat sampai saat ini, dahulu pohon itu adalah pohon cinta bukan orang lain yang mengatakan itu, tetapi dengan indah engkau mengatakan itu. Tetapi sekarang pohon itu bukan hanya berganti daun dan buah, tetapi juga berganti nama. Pohon itu menjadi Pohon rindu akan kenagan, tidak siapa-siapa yang mengatakan itu kecuali aku, aku sendiri berteman rindu akan suasana menganti nama itu. Kalau kamu baca tulisan ini akankah engaku sependapat dengan nama itu!, coba datangi tempat itu, tulisan di kulit pohon itu sudah bertambah tetapi maaf tulisannya tak begitu indah lagi.

setiap orang menjadi saksi sementara disaat dan sesaat bisa lupa bahkan terhapus, tetapi pohon itu akan tetap seperti yang dulu menjadi saksi nyata yang dapat kita lihat dan saksikan. Terkadang jika aku berjalan kesana aku senyum melihat pohon itu, pohon itu selalu saja melampaikan dahan dan ranting-rantingya seolah menyambutku dengan senang. “Semoga kita bertemu lagi dimasa depan yang tentu saja lebih baik lagi dari hari kemarin”, itulah sepenggal tulisan yang kulukiskan di batang pohon jati itu. Jika engkau kesana engkau akan menemukan tulisan itu.

Meskipun ada orang-orang yang berbisik dan ada pula yang berteriak “bahwa aku gila bila seperti ini terus” tetapi bagiku tidaklah sama sekali, mereka salah berkata demikian. Sama sekali salah karena bukan hal yang mustahil jika kita bisa bersama lagi dalam suasana yang berbeda, mimpi yang berbeda, dan dalam cita-cita yang sempat tertunda yang sudah berbeda pula. Demikianlah cerita itu sampai sekarang hanya menjadi tulisan semata saja.(*)
Anju MS

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: